Replikasi Inovasi Peningkatan dan Kapasitas Kampung

Nara sumber saat sedang memberikan pelatihan tentang pelayan dasar kesehatan dan peningkatan kapasitas karang tauna. ( dokumen dan foto by Purwadi ef).

penawarrejo.desa.id | Bertempat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banjar Margo diadakan pelatihan replikasi inovasi peningkatkan dan kapasitas kampung diwilayah kecamatan Banjar Margo. Dalam pelatihan tersebut dihadiri perwakilan dari seluruh kampung yang ada di kecamatan Banjar Margo, Setiap kampung di wakili oleh kepala kampung, juru tulis kampung, Perwakilan Kader Posyandu dan perwakilan Karang Taruna sedangkan dari kampung Penawar rejo yang ikut dalam perlatihan tersebut adalah Sdr Mulyoto Kakam Penawar rejo, Sdr Purwadi Juru tulis Kampung Penawar rejo, Sdr Purwinoto dan Sdr Berkat alkam rantos Mewakili Karang Taruna dan Bidan Krisna mewakili Kader Posyandu.

Dalam pelatihan itu sebagai Nara Sumber Yaitu Bpk Irfa dari Puskesmas Banjar Margo, Ibu Utami dewi dari Kabid Dinas Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, serta dari unsur Pemerintahan Bapak Camat Banjar Margo Muhammad Umar, S.sos serta Kasi Pemerintahan Kecamatan Banjar Margo Bpk Tarsono S.E.

Perwakilan dari 12 kampung saat mendengarkan penjelasan dari narasumber.

Materi pertama dalam pelatihan tersebut diantaranya tentang Meningkatkan peran serta pemberdayaan Karang taruna dalam pembangunan kampung sehingga meperoleh percepatan yang optimal dalam membangun kampung, terutama sebagai wadah lembaga masyarakat dalam pengembangan generasi muda yang berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial di wilayah kampung itu sendiri.

Dalam materi kedua tentang pelayanan dasar kesehatan masyarakat; setiap orang berhak mendapatkan pelayanan dan perawatan kesehatan sehingga pemerintah ingin mewujudkan tantangan penyediakan pelayanan kesehatan dasar atau primary health care; yaitu layanan dengan ujung tombak puskesmas ini adalah penyediaan pelayanan terdepan kesehatan dasar,, yakni pelayanan kesehatan yang menjamin pelayanan kesehatan minimal masyarakat. Jadi warga didorong untuk tidak langsung berobat ke rumah sakit, tetapi ke puskesmas terlebih dahulu. Ini karena tidak semua penyakit harus ditangani dan dirujuk ke rumah sakit.

Dengan demikian setiap penyakit yang dikeluhkan pasien akan ditangani terlebih dahulu secara komprehensif dari tingkat yang paling dasar sehingga penghamburan pembiayaan kesehatan di tingkat pelayanan sekunder dan tersier bisa ditekan. Kampung dalam membangun dan memelihara infrastruktur agar memprioritaskan dahulu kegiatan-kegiatan yang mendukung pemenuhan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar. Di bidang pemberdayaan masyarakat Kampung, perlu diprioritaskan dukungan pengelolaan kegiatan pelayanan sosial dasar di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat marginal dan anggota masyarakat Kampung penyandang disabilitas.

Kepala Kampung Suka maju Sdr M. Yusuf dan Sdr Firman kepala kampung Agung dalam.

Dan sebagai lembaga Pemeberdayaan diharapkan mampu mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkunganya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada.

Fungsi Karang Taruna

Berdasarkan Pasal 17 Permendagri No. 5/2007 tentang Pedoman Penataan lembaga kemasyarakatan.

  1. Penyelenggara usaha kesejahteraan sosial;
  2. Penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
  3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkunganya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkkesinambungan;
  4. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya;
  5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda ;
  6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  7. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan sosial lainnya dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya;
  8. Penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial;
  9. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan sektor lainnya;
  10. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual
  11. Pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja; dan
  12. Penanggulangan masalah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitative dalam rangka pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi remaja.

Sumber :

1. Permensos RI No. 83/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna

2. Permendagri No. 5/2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan

Antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang datang.