MEMANFAATKAN WAY BUJUK(SUNGAI) YANG KERING SAAT KEMARAU

WARGA AGUNG JAYA MEMANFAATKAN SUNGAI (WAY BUJUK) YANG KERING UNTUK TANAM SYUR MAYUR

Gambar.suasana cocok tanam syuran

Penawarrejo.desa.id | Minggu 15 September 2019 Di sebuah desa tepatnya Desa agung jaya jarak nya dari desa penawar Rejo kurang lebih 10 kilo meter masih satu kecamatan Banjar margo. Warga memanfaatkan sungai(way bujuk) yang kering untuk bercocok tanaman sayuran seperti,kangkung,bayam,sawi taisin,daun singkong dan lain lain.
Inisiatif warga Agung jaya sendiri untuk memanfaatkan lahan kosong ini karena perekonomian mereka menurun hampir 40% dari penghasilan karet, karena dampak dari kemarau yang panjang di tambah lagi dengan harga karet yang kurang setabil.

Walaupun di lahan pinggir sungai tananaman tetap di siram
Gambar. Petani sayuran

Dari perbincangan saya dengan salah satu warga agung jaya bapak MUJINI (55thn) beliau memaparkan. Adanya lahan kosong seperti ini saya dan warga sekitar lokasi sungai yang kering memanfaatkan lahan, Karna untuk menutupi kebutuhan kami sehari hari di samping itu juga kita masih tetap Menderes karet walau pun  getah karet yang tidak setabil.

kami warga agung jaya khususnya sekitar sungai  merasa terbantu perekonomian kita saat musim kemarau tiba. Tapi ini bukan harapan kita kedepannya. Harapan kita supaya harga karet dan sembako bisa setabil.

 

Ibu-ibu memrawat tanaman
tanaman terawat dengan baik
Gambar.saat pemanenan sayuran

Di samping itu juga warga yang menanam sayuran memanfaatkan air limbah dari pabrik singkong untuk menyiram tanaman sayuran mereka. Karna menurut mereka air limbah membawa manfaat yang luar biasa untuk sayuran, apalagi sayuran yang berdaun seperti, bayam,sawi,kangkung dan lain lain.

Penghasilan mereka tiap harinya sekitar 130 ikat sayuran sampai 200 ikat. Dan harga perikatnya sekitar Rp 800.- itu pun masih harga oper ke tengkulak. Tidak sepadan dengan harga tengkulak yang jual kembeli sekitar Rp 1500,- per ikatnya.

Bekerja dengan giat
banyak warga memanfaatkan lahan sungai yang kering
Mungkin dari aparatur terkait khususnya kelompok tani( Gapoktan) yang ada di desa tersebut bisa  bisa membimbing mereka atau bisa memberikan bantuan supaya para para petani sayuran bisa meningkatkan kualitas sayuran mereka.15/09/2019
Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan