Mediasi Damai Perselisihan Keluarga

Sidang Mediasi dari perselisihan salah satu keluarga atas hak peninggalan Almarhum Ayahnya.

penawarrejo.desa.id | Bertempat dibalai kampung Penawar rejo selasa 20 febuari 2018, Atas dasar permintaan salah satu keluarga untuk dilakukan mediasi atas perselisihan pemahaman dari salah satu warga kampung didalam keluarga besarnya. Dalam sidang tersebut selain dihadiri kedua belah pihak yang berselisih paham ini juga di hadiri aparatur kampun yaitu Kepala kampung, Juru tulis Kampung, Kasi dan Kaur turut juga Bapak Babinkamtibmas Birgpol I Made Julianta dan Babinsa Bapak Abu Nawan, Berawal dari perselisihan seorang ibu dan anak perempuan pertamanya dimana anak perempuannya yang sudah menikah dan tinggal jauh dari keluarga kemudian membangun kontrakan di pekarangan orang tuanya.

Kedua belah pihak selama mediasi saling mempertahankan ego masing masing sehingga sulit mendapatkan titik temu.

Al kisah setelah kontrakan anak perempuannya tersebut sudah jadi menurut ke tiga anak perempuan ini bahwa sebelum almarhum ayahnya meninggal berpesan bahwa pekarangan yang berukuran 50m x 100m persegi tersebut untuk dibagikan kepada ke empat anaknya tetapi sang anak perempuanya pertama yang membuat kontrakan tersebut hanya meminta apa yang sudah jadi amanah tersebut tidak semuanya hanya sebidang tanah yang sudah ada kontrakannya dengan ukuran 15m x 50m. Namun seiring waktu sebelum sang ayahnya meninggal menurut anak laki-lakinya dan sang ibu bahwa tanah tersebut jangan dibagikan sebelum sang ibu diberangkatkan haji menurut anak lelakinya.

Sebelah kiri adalah pihak dari ketida anak perempuan dan sebelah kanan adalah pihak anak laki-lai dan sang ibu.

Telepas semua pendapat masing-masing pihak ini kampung hanya mampu memediasikan dan berharap keluarga terebut saling membuka hati untuk meraih kesepakatan keluarga, tetapi setelah sidang tersebut berlangsung kedua belah pihak saling mempertahankan argumen masing-masing dan kampung pun tidak bisa memutuskan yang mana dari amanah sang ayah yang diterima kedua belah pihak ini yang harus di benarkan karena menurut kampung keduanya sama-sama benar.

Sidang mediasi berjalan sangat alot karena mempertahakan pendapat masing masing pihak.

Dan Akhirnya kampung meminta agar kedua belah pihak untuk bermusyawarah keluarga dengan kepala dingin, hati yang lapang dan jangan mempertahankan ego masing-masing, karena bila harus ditempuh melalui jalur hukum tentu akan membuat lelah dan menyita waktu kedua belah pihak sebaiknya keluarga kembali rukun karena ibu tetaplah ibu, anak tetaplah anak dan kakak tetaplah kakak dan jangan sampai jalinan kekeluargaan tersebut terputus.

Semoga apa yang menjadi saran dari mediator ini bisa dilaksanakan oleh kedua belah pihak dan keluarga kembali rukun dan keluarga menjadi utuh kembali seperti keinginan dari Almarhum Ayahnya.