Kampung penawar rejo beri penghargaan kepada tokoh transmigrasi

Pemberian penghargaan kepada tokoh transmigrasi dan tokoh adat.

Penawar rejo 2 september 2018, Pemerintahan Kampung Penawar rejo Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang, memberikan penghargaan kepada 11 tokoh transmigrasi dan 1 tokoh adat, sebagai warga yang berjasa membangun kampung penawar rejo hingga seperti saat ini.

Menurut kepala kampung kami-kami yang ada saat ini sebagai generasi ke dua sejak transmigrasi berdiri pada tahun 1977, mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau-beliau yang sudah sangat berjasa terhadap kampung hingga kampung ini sudah sangat maju seperti sekarang.  Demikian disampaikan Kepala Kampung Penawar rejo saudara Mulyoto dalam acara doa bersama , minggu (2/9) usai memberikan penghargaan.

Kepala kampung memberikan penghargaan dan cinderamata kepada tokoh transmigrasi yang telah berjasa.

Kepala Kampung juga mengatakan, pemberian penghargaan itu, dilihat dari keberhasilan masyarakat transmigrasi di Penawar rejo yang telah berjuang sejak awal hingga saat ini sehingga masyarakat sudah menikmatinya. Dan “Untuk mengenang para pejuang transmigrasi yang telah menghadapi tantangan dan rintangan, mereka yang tidak mengenal lelah memperjuangkan masa depan warganya hingga sekarang,” katanya.

Dikatakan, saat ini cita-cita dari perintis trasmigrasi di Penawar rejo sudah terwujud, dan sudah bisa dinikmati generasi penerus. Sehingga wajar jika memberikan anugrah penghargaan dan cindra mata tetapi jangan dilihat nilainya karena ini adalah sebagai ungkapan terima kasih kampung kepada pejuang transmigrasi yang selama ini luput dari perhatian kampung. tetapi selain memberikan penghargaan kepada tokoh trasmigrasi, juga memberikan penghargaan kepada ketua RT yang sudah sangat kreatif, produktif dan inovativ yang turut membantu kampung mamajukan wilayahnya masing masing.

Anggota dewan DPRD kabupaten Tulang Bawang Sondang Raja Guguk memberikan penghargaan kepada RT yang telah berkontribusi kepada kampung.

Keberhasilan di daerah trasmigrasi itu menurut kepala kampung, tidak terlepas dari rasa kekeluargaan yang melekat dimasyarakat, budaya gotong royong masih terpelihara dengan baik, “Dan kami berharap dengan acara ini juga bisa menjadi motipasi kepada genarasi berikut untuk tetap menghargai perjuangan para tokoh kita ini, agar bertambah maju,” katanya. (sya)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan